Lompat ke konten
Home » Sejarah Keperawatan Dunia

Sejarah Keperawatan Dunia

Sejarah Keperawatan

Perawat harus mengetahui sejarah keperawatan dunia karena sebagai landasan kita untuk mengetahui kenapa kita (perawat) ada untuk masyarakat serta permulaan untuk kita belajar lebih dalam mengenai keperawatanlebih lanjut materi keperawatan lainnya.

Sejarah Keperawatan Jaman Purbakala

Pada masa sebelum masehi, kepercayaan masyarakat bilamana terjadi suatu penyakit maka mereka akan pergi ke dukun untuk melakukan pemeriksaaan, pengobatan dan perawatannya. Di suku Zuni percaya bilamana seorang bayi lahir dengan plasenta menutupi sebagaian wajahnya maka si bayi tersebut ditakdirkna untuk menjadi seorang pengasuh ((henley& Moss, 20070). Kebanyakan masyarakat zaman dahulu yang merawat orang sakit adalah wanita, hal ini dikarenakan wanita terbiasa untuk merawat bayinya, maka diasumsikan secara lebih luas untuk merawat ke komunitas yang sakit atau terluka. Sumber pengetahuan orang zaman dahulu untuk melakukan perawatan pada orang sakit melalui proses percobaan dan gagal (trial eror), hasil dari proses tersebut diturunkan dari generasi ke generasi secara turun temurun melalui lisan. Pada dasarnya manusia memiliki naluri untuk merawat diri sendiri (tercermin dari seorang Ibu), oleh karenanya pada perkembangan keperawatan diharapkan agar perawat memiliki naluri keibuan (mother insting).

Beralih pada zaman dimana masyarakat umum mempercayai kekuatan mistik didalam kehidupannya (animism), mereka meyakini sakitnya disebabkan oleh pohon-pohon besar, gunung-gunung yang tinggi, dan hal lainnya. Kemudian beralih pada jaman masyarakat mempercayai bahwa penyakit disebabkan oleh kemarahan dewa-dewa, maka dibangun kuill-kuil untuk memuja dan meminta kesembuhan bagi orang sakit. Bangsa yang tercatat mempengaruhi sejarah perkembangan Keperawatan adalah Mesir, Babylonia, Siria, dan Yahudi kuno.

Mesir

Orang-orang mesir kuno telah percaya akan keberadaan Dewa, diantaranya ada Dewa Isis yang dipercaya memiliki minat pada orang sakit serta memberikan pertolongan ketika orang sakit tersebut sedang tidur. Oleh karenanya dibangun kuil yang juga merupakan Rumah Sakit pertama di Mesir. Pada tahun -+ 4800 SM ilmu ketabiban terutama ilmu bedah sudah dikenali di bangsa Mesir purba, para tabib sudah menggunakan bidai (spalk), alat-alat balutan luka, memiliki pengetahuan anatomi, menerapkan kebersihan hygine, dan obat-obatan. Di Mesir pernah ditemukannya buku kitab payparus didalamnya terdapat 700 lebih berbagai macam obat-obatan.

Babylonia dan Syiria

Kepercayaan bangsa Babylonia adalah menyembah dewa, maka pengobatan dan perawatan pada orang sakit dilakukan menurut kepercayaan tersebut. Pada tahun 680 SM masyarakat Babylonia sudah mengetahui cara menahan darah yang keluar dari hidung, perawatan jerawat yang timbul di wajah, serta obat-obatan dan anatomi-pun sudah diketahuinya.

Yahudi Kuno

sumber pengetahuan tentang kesehatan pada bangsa Yahudi kuno didapatkan dari bangsa Mesir. Pada masa itu pimpinan bangsa Yahudi sangat peduli terhadap bidang kesehatan, terbukti dengan adanya Undang-Undang kesehatan yang mengatur kebersihan (hygine) dimana cara-caranya sesuai dengan bakteriologi Zaman sekarang, seperti: pengecekan dan pemilahan bahan makanan, mengolah cara pembuangan limbah kotoran manusia, dilarangnya makan daging babi karena dapat menimbulkan penyakit, melaporkan bila terjadi penyakit yang berbahaya.

Sejarah Keperawatan Mulai Tahun Masehi

Kemajuan peradaban manusia sangat dipengaruhi munculnya agama dalam kehidupan, sehingga berdampak positif terhdap perkembangan agama.

masa penyebaran agama kristen

Sejarah keperawatan pada awal Masehi, agama Kristen mulai berkembang bersamaan dengan kemajuan dalam ilmu keperawatan.

Sejarah keperawatan pada masa penyebaran kristen awalnya dipengaruhi oleh aspek spiritual, dengan keyakinan bahwa penyakit dapat disebabkan oleh dosa atau kutukan Tuhan. Tempat perawatan utamanya adalah tempat-tempat ibadah, dan pemimpin agama disebut sebagai tabib yang merawat pasien, sementara perawat dianggap sebagai pembantu yang bekerja atas perintah pemimpin agama.

Perawat pertama kali membentuk kelompok-kelompok tertentu selama era Kristen awal, yang mencerminkan cita-cita keperawatan amal, pelayanan kepada orang lain, dan pengorbanan diri, sesuai dengan ajaran gereja Kristen.

Diakones (wanita dengan beberapa latar belakang pendidikan yang dipilih oleh gereja) memainkan peran penting dalam memberikan perawatan kepada orang sakit di rumah mereka. Contohnya adalah Fabiola, yang mendirikan rumah sakit Kristen pertama di Roma, dan Phoebe, yang disebut sebagai “perawat yang berkunjung” pertama.

Selama zaman kuno, perawatan lebih disukai di rumah sendiri, oleh anggota keluarga atau teman. Rumah sakit digunakan terutama oleh mereka yang tidak memiliki anggota keluarga terdekat atau yang dikucilkan.

Pemerintahan Lord Constantine mendirikan tempat penampungan, seperti Xenodheoum atau hospes, untuk orang yang membutuhkan pertolongan, terutama orang sakit.

Rumah sakit awalnya didirikan oleh komunitas religius, seperti biarawati dan biarawan, yang mengabdikan hidup mereka untuk merawat orang sakit. Contohnya adalah biara hospital di Beaune di Prancis dan Hôtel-Dieu di Paris.

Pada masa itu, pasien sering ditempatkan di tempat tidur yang berjajar, dan diagnosis medis tidak selalu tersedia saat masuk. Ini mengakibatkan situasi di mana pasien dengan berbagai penyakit ditempatkan di tempat tidur yang sama.

Dapat disimpulkan, kita melihat bahwa agama Kristen berperan penting dalam perkembangan awal ilmu keperawatan, dengan fokus pada pelayanan dan pengorbanan. Selain itu, rumah sakit awalnya dioperasikan oleh komunitas religius, dan perawatan medis pada masa itu memiliki tantangan tersendiri.

Masa Penyebaran Agama Islam

Pada pertengahan abad VI Masehi, sejarah keperawatan agama Islam mulai berkembang, dan pengaruh agama ini terhadap perkembangan keperawatan sangat signifikan. Ini adalah rangkuman dari informasi yang Anda berikan:

Agama Islam Berkembang: Agama Islam mulai berkembang pada pertengahan abad VI Masehi, dan Nabi Muhammad SAW memainkan peran sentral dalam menyebarkan agama ini. Pada abad VII Masehi, Islam sudah menyebar ke berbagai negara dan wilayah.

Kemajuan Ilmu Pengetahuan: Di Jazirah Arab, terjadi perkembangan pesat dalam ilmu pengetahuan pada masa itu. Ilmu pasti, ilmu kimia, higienis, dan pengetahuan tentang obat-obatan semakin berkembang.

Prinsip Dasar Keperawatan: Pada periode ini, prinsip dasar keperawatan kesehatan mulai berkembang dengan pesat di dunia Islam. Kebersihan makanan, air, dan lingkungan dianggap sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Tokoh Terkenal dalam Keperawatan: Salah satu tokoh terkenal dalam sejarah keperawatan dari dunia Arab adalah Rafida. Namun, informasi lebih lanjut tentang peran dan kontribusinya dalam keperawatan mungkin diperlukan untuk detail lebih lanjut.

Kita melihat bahwa perkembangan agama Islam memainkan peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan prinsip dasar keperawatan, dengan kontribusi tokoh seperti Rafida.

Abad Pertengahan

Sejarah keperawatan pada abad pertengahan, industri keperawatan mengalami kemajuan dan inovasi yang membentuk dasar keperawatan modern. Berikut perkembangan tersebut:

  1. Peran Agama: Selama periode ini, industri keperawatan masih sangat didasarkan pada agama. Banyak perawat adalah biarawati dan biksu. Rumah sakit berfungsi sebagai tempat perawatan untuk pasien yang sakit, terluka, atau penderita kusta.
  2. Pendirian Rumah Sakit di Spanyol: Pada akhir abad ke-500 dan awal abad ke-600, rumah sakit pertama di Spanyol didirikan di Merida. Perawat dalam rumah sakit ini berasal dari gereja Katolik dan diberitahu untuk merawat semua orang, tanpa memandang asal negara atau agama mereka.
  3. Perkembangan di Eropa: Pada awal abad ke-10 dan 11, keperawatan mulai berkembang di Eropa dengan adanya aturan yang berbeda. Biara-biara mulai menampung rumah sakit di dalam bangunan mereka. Perawat di biara-biara ini diharuskan memberikan berbagai jenis layanan kepada pasien, bahkan di luar perawatan kesehatan umum. Model ini juga diterapkan di Jerman dan Prancis, memperluas peran perawat dalam merawat pasien.
  4. Rumah Sakit di Gereja: Setiap gereja diwajibkan memiliki rumah sakit di dalam bangunannya, meskipun gereja-gereja ini lebih sulit dipelihara daripada biara. Ini memicu permintaan akan lebih banyak perawat.
  5. Munculnya Rumah Amal: Pertengahan abad ke-1000 melihat munculnya rumah amal, yang berbeda dari gereja dan biara. Perawat di rumah amal menyediakan sedekah dan obat-obatan kepada pelanggan yang lebih kaya. Model ini mengubah cara perawatan diberikan.
  6. Perkembangan dan Stagnasi: Awal abad ke-17 melihat berkurangnya perawatan karena beberapa alasan, termasuk penutupan biara selama reformasi Protestan dan penurunan jumlah rumah sakit. Perkembangan keperawatan melambat di Eropa, tetapi beberapa wilayah masih mempertahankan peran perawat yang sebagian besar sama.
  7. Akar Keperawatan Modern: Pada abad ke-18 dan ke-19, akar keperawatan modern mulai terbentuk di Inggris dan Amerika Utara. Inovasi dalam industri keperawatan mulai muncul, dan berbagai bentuk keperawatan diperkenalkan ke pasar.

Dalam periode ini, perawatan kesehatan dan keperawatan mengalami perkembangan penting yang membentuk fondasi untuk keperawatan modern yang kita kenal hari ini.

Florance Nightingle dan Asal Usul Keperawatan

Florence Nightingale adalah seorang wanita yang merevolusi sejarah keperawatan pada zamannya dan mendirikan dasar-dasar profesi keperawatan modern. Berikut rangkuman dari informasi tentang kehidupan dan kontribusinya:

  1. Kelahiran dan Pendidikan: Florence Nightingale lahir pada 12 Mei 1820, dari keluarga kaya Inggris di Italia. Dia mendapat pendidikan yang luas dalam bahasa, matematika, ilmu alam, sastra, dan bahasa-bahasa lainnya. Meskipun diharapkan untuk mengikuti jalan tradisional wanita kelas atas, Florence memilih untuk mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan kemanusiaan daripada menikah.
  2. Awal Karir: Awalnya, orang tua Nightingale terkejut dengan keinginannya untuk merawat orang sakit, karena pekerjaan tersebut dianggap tidak cocok untuk wanita kelas atas. Namun, mereka akhirnya setuju untuk mengizinkannya menghadiri Rumah Diakon Pastor Fliedner di Jerman, di mana dia belajar dasar-dasar perawatan pasien.
  3. Pekerjaan di Rumah Sakit: Setelah kembali ke Inggris, Florence Nightingale ditunjuk sebagai pengawas di Rumah Sakit Upper Harley Street, yang merawat wanita sakit dan lansia kalangan atas. Selama periode ini, dia juga menjadi sukarelawan perawat selama epidemi kolera di Rumah Sakit Middlesex.
  4. Perang Krime: Selama Perang Krime pada tahun 1854, Florence terkejut oleh tingkat kematian yang tinggi di antara tentara Inggris akibat kurangnya perawat. Dengan menggunakan pengaruh politiknya, dia membentuk sebuah kelompok wanita untuk merawat pasien di Krime.
  5. Inovasi dalam Perawatan: Florence Nightingale percaya bahwa kebersihan dan sanitasi adalah kunci untuk mencegah penyakit. Dia memulai kampanye untuk membersihkan barak tentara, memastikan akses sinar matahari dan udara segar, dan meminimalkan kontaminasi. Akibatnya, jumlah kematian menurun secara drastis.
  6. Statistik dan Bukti: Florence Nightingale menggabungkan prinsip-prinsip statistik dari ayahnya dan secara teliti mendokumentasikan hasil perawatannya. Ini membantu meletakkan dasar untuk praktik berbasis bukti dalam keperawatan modern.
  7. Nightingale School of Nursing: Florence mendirikan Nightingale School of Nursing di Rumah Sakit St. Thomas di London. Sekolah ini menawarkan pendidikan perawat profesional dengan pendekatan teori dan pengalaman klinis, serta pengawasan langsung dari Florence Nightingale.
  8. Kontribusi Terkenal: Florence Nightingale dikenal sebagai “the lady of the lamp” karena dia sering melakukan perawatan malam hari dengan membawa lampu. Kontribusinya untuk perkembangan keperawatan meliputi pemahaman tentang pentingnya nutrisi, terapi okupasi dan rekreasi bagi pasien, manajemen rumah sakit, pendidikan keperawatan yang berkelanjutan, dan perawatan yang mandiri dari profesi kedokteran.

Dengan upayanya yang luar biasa dalam meningkatkan standar keperawatan dan pendidikan perawat, Florence Nightingale menjadi tokoh penting dalam sejarah keperawatan.

Keperawatan Modern di Eropa

Pengaruh Florence Nightingale sangat penting dalam mengubah keperawatan menjadi sebuah profesi yang dihormati dan terstruktur. Dia mendirikan Sekolah Perawat Florence Nightingale di London pada tahun 1860, yang menjadi model bagi sekolah-sekolah perawat berikutnya di seluruh dunia. Pendidikan formal dan pelatihan yang diberikan oleh sekolah ini membantu meningkatkan standar perawatan kesehatan secara signifikan.

Selain Florence Nightingale, ada beberapa tokoh lain yang juga memberikan kontribusi penting dalam perkembangan keperawatan pada abad ke-19:

  1. Clarissa Harlowe Barton: Clarissa Barton mendirikan Palang Merah Amerika segera setelah Perang Saudara. Dia adalah seorang perawat yang berperan besar dalam memberikan perawatan medis kepada pasien perang dan membantu mendirikan organisasi kemanusiaan yang kuat.
  2. Linda Richards: Linda Richards adalah perawat Amerika yang dikenal sebagai perawat profesional pertama di Amerika Serikat. Dia juga membantu mendirikan sekolah-sekolah perawat dan berkontribusi dalam pengembangan keperawatan modern.
  3. Agnes Elizabeth Jones: Agnes Elizabeth Jones adalah seorang perawat asal Inggris yang membantu mendirikan sekolah-sekolah perawat di Inggris dan Jepang pada pertengahan hingga akhir abad ke-19.

Perkembangan keperawatan modern di eropa:

  1. Jerman: Di Jerman, konsep diaken (perawat) diperkenalkan kembali pada awal abad ke-19 oleh Theodor Fliedner, yang membuka rumah induk diakones. Ini menjadi populer, dan pada awal abad ke-20, terdapat ribuan diakones di seluruh Eropa.
  2. Prancis: Di Prancis, perawatan kesehatan masih sangat terkait dengan agama pada abad ke-19. Namun, pada awal abad ke-20, pemerintah Prancis mulai menciptakan sistem perawatan kesehatan yang lebih sekuler, meningkatkan kualitas perawatan untuk semua pasien.
  3. Inggris: Ratu Victoria dari Inggris memulai inisiatif pembangunan Rumah Sakit Umum Militer pada tahun 1860-an, terutama untuk merawat pasien militer. Namun, banyak perawat saat itu tidak terlatih. Pada saat ini, kesadaran akan perlunya pelatihan formal untuk perawat mulai tumbuh.

Semua kontribusi ini, baik oleh Florence Nightingale maupun tokoh-tokoh lain, membantu membentuk keperawatan modern menjadi profesi yang dihormati dan memberikan perhatian kesehatan yang lebih baik bagi pasien.

Keperawatan Modern di Amerika Serikat

Perkembangan keperawatan di Amerika Serikat mengikuti jalur yang berbeda dibandingkan dengan negara-negara Eropa karena kurangnya peran biarawati dalam profesi keperawatan. Berikut adalah beberapa poin kunci dalam sejarah perkembangan keperawatan di Amerika Serikat:

  1. Awal Perawatan: Perawatan kesehatan di Amerika Serikat dimulai pada awal abad ke-18 dengan pembukaan rumah amal pertama di Philadelphia. Namun, pada waktu itu, perawatannya terbatas pada merawat pasien dengan penyakit ringan seperti flu dan pilek. Rumah-rumah amal ini tidak memiliki dana yang cukup untuk pelatihan perawat yang baik.
  2. Peran Perawat Selama Perang Saudara: Banyak perawat di Amerika Serikat pada masa itu terlibat dalam merawat tentara selama Perang Saudara. Mereka merawat luka-luka perang dan menjadi sukarelawan dalam Palang Merah Amerika setelah perang.
  3. Peningkatan Pelatihan: Peningkatan signifikan dalam pelatihan perawat terjadi pada awal abad ke-20. Sekolah-sekolah perawat menjadi lebih terstruktur dan dikendalikan oleh rumah sakit daripada oleh perawat sendiri. Ini memungkinkan pendekatan pelatihan yang lebih langsung dan efisien.
  4. Pendekatan Terhadap Gelar Keperawatan: Sebelumnya, perawat hanya belajar melalui buku-buku medis. Namun, dengan perubahan dalam sistem pelatihan, penekanan ditempatkan pada perolehan gelar keperawatan. Ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam jumlah perawat yang terlatih.
  5. Frontier Nursing Service: Program Frontier Nursing Service, yang didirikan oleh Mary Breckinridge, adalah upaya ambisius untuk memberikan asuhan keperawatan kepada warga miskin di daerah pedesaan Amerika Serikat. Program ini memperluas definisi dan cakupan praktik keperawatan.

Seiring berjalannya waktu, keperawatan di Amerika Serikat terus berkembang menjadi profesi yang dihormati dan penting dalam sistem perawatan kesehatan. Peningkatan pelatihan, pendidikan formal, dan peran perawat dalam memberikan perawatan kesehatan yang berkualitas telah mengubah landscape keperawatan di negara ini.

Keperawatan Pasca Perang Dunia I di Eropa dan Amerika Serikat

Sejarah keperawatan perang Dunia I dan Perang Dunia II memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan profesi keperawatan di berbagai negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat. Berikut beberapa poin penting terkait perkembangan keperawatan selama periode ini:

Inggris:

  1. Kebangkitan Perawatan: Perang Dunia I menyebabkan peningkatan pesat dalam jumlah perawat di Inggris. Wanita yang sebelumnya tidak terlibat dalam perawatan kesehatan menjadi sukarelawan dan bergabung dengan layanan keperawatan militer.
  2. Peningkatan Jumlah Perawat: Jumlah perawat yang terdaftar dalam Layanan Perawatan Ratu Alexandra meningkat secara signifikan selama perang, mencapai lebih dari 10.000 perawat pada akhir perang.
  3. Pemberian Pangkat: Perawat-perawat tersebut bahkan diberikan pangkat hingga tingkat Brigadir karena pengorbanan mereka di medan perang. Hal ini menunjukkan pengakuan akan peran penting perawat dalam perang.

Amerika Serikat:

  1. Pengaruh Perang Dunia II: Perang Dunia II sangat memengaruhi profesi keperawatan di Amerika Serikat. Banyak wanita di AS ingin berkontribusi pada upaya perang dan menjadi perawat.
  2. Peningkatan Dukungan Pemerintah: Pemerintah Amerika Serikat mulai memberikan lebih banyak dukungan ke dalam profesi keperawatan selama dan setelah perang. Wanita yang mendaftar sebagai perawat selama perang mendapatkan pelatihan khusus yang berguna bagi profesi mereka.
  3. Peningkatan Pelatihan dan Pendidikan: Sekolah-sekolah perawat di AS mulai menawarkan kursus tambahan yang mengarah pada perawat berlisensi dan terdaftar, serta program keperawatan Magister dan Doktor.
  4. Spesialisasi Perawatan Kesehatan: Abad ke-20 membawa pergeseran dari perawat sebagai asisten dokter. Namun perawat sebagai bidang keilmuan profesi sendiri. Selain itu, perawat memiliki peluang untuk berspesialisasi dalam berbagai bidang keperawatan.
  5. Inovasi Medis dan Penelitian: Dukungan pemerintah dan perkembangan teknologi memungkinkan peningkatan inovasi medis dan penelitian yang relevan dengan praktik keperawatan. Penerbitan seperti “American Journal of Nursing” membantu perawat dan dokter untuk tetap terkini dalam studi dan penelitian medis terbaru.

Peran perawat semakin berkembang dan diberikan pengakuan yang lebih besar sebagai pahlawan kesehatan selama dan setelah perang. Profesi keperawatan menjadi semakin kompleks dan berspesialisasi seiring berjalannya waktu, untuk memberikan perawatan berkualitas tinggi di berbagai bidang kesehatan.

Pekerjaan Keperawatan Umum di Industri Saat Ini

perkembangan profesi keperawatan selama beberapa dekade terakhir telah membawa perubahan yang signifikan, termasuk peningkatan spesialisasi dalam berbagai bidang keperawatan. Berikut beberapa poin penting terkait dengan perkembangan ini:

  1. Spesialisasi Keperawatan: Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi medis, perawat sekarang dapat memilih berbagai bidang keperawatan yang sesuai dengan minat dan bakat. Ini termasuk perawatan pediatrik (untuk anak-anak), neonatal (untuk bayi baru lahir), perawatan ortopedi (untuk masalah muskuloskeletal), perawatan komunitas (untuk masyarakat luas), perawatan wanita (termasuk kebidanan), dan banyak lagi.
  2. Perawatan Keluarga: Keperawatan keluarga merupakan pendekatan yang semakin penting, di mana perawat bekerja dengan seluruh keluarga untuk menyediakan perawatan yang holistik. Ini memungkinkan perawat untuk memahami konteks sosial dan lingkungan pasien dengan lebih baik.
  3. Teknologi dan Informasi Kesehatan: Perkembangan teknologi informasi kesehatan telah memungkinkan perawat untuk menggunakan catatan elektronik, sistem informasi medis, dan teknologi lainnya untuk memberikan perawatan yang lebih efisien dan efektif.
  4. Pengembangan Peran Perawat: Perawat sekarang memiliki peran yang lebih luas dalam perawatan pasien. Mereka tidak hanya melakukan tugas klinis tetapi juga berperan sebagai pendidik pasien, pelaksana manajemen perawatan, peneliti, dan pengembang kebijakan kesehatan.
  5. Pendidikan dan Pelatihan: Program-program pendidikan keperawatan telah berkembang untuk mencakup spesialisasi dan keterampilan tambahan yang sesuai dengan perkembangan medis dan teknologi. Ini termasuk program gelar tinggi seperti magister dan doktor dalam berbagai bidang keperawatan.
  6. Peran Perawat dalam Tim Kesehatan: Perawat sekarang dianggap sebagai anggota penting dalam tim kesehatan yang berkolaborasi untuk memberikan perawatan yang terkoordinasi dan komprehensif kepada pasien.

Semua perkembangan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas perawatan kesehatan dan memberikan perawatan yang lebih terfokus pada kebutuhan individu. Keperawatan menjadi lebih kompleks, dan peran perawat semakin penting dalam menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas tinggi kepada masyarakat.

Pendidikan yang Dibutuhkan Perawat Saat Ini

Pendidikan keperawatan di Indonesia mencakup berbagai tingkat dan jalur pendidikan yang memungkinkan seseorang untuk menjadi perawat terampil dan berlisensi. Berikut adalah gambaran umum tentang pendidikan keperawatan di Indonesia:

  1. Diploma III Keperawatan (A.Md.Kep): Ini adalah jalur pendidikan vokasi keperawatan yang umum di Indonesia. Program ini biasanya berlangsung selama 3 tahun dan diselenggarakan di politeknik kesehatan atau akademi keperawatan. Setelah menyelesaikan program ini, lulusan akan mendapatkan gelar A.Md.Kep.
  2. Sarjana Keperawatan (S.Kep): Program sarjana keperawatan berlangsung selama sekitar 4 tahun dan biasanya diselenggarakan di perguruan tinggi atau universitas. Setelah menyelesaikan program ini, lulusan akan mendapatkan gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep) dan dapat mengajukan izin praktik perawat.
  3. Profesi Ners (Ners): Ini adalah program lanjutan yang ditujukan untuk lulusan S1 Keperawatan yang ingin memperoleh keterampilan tambahan dan pelatihan klinis yang lebih dalam. Program Ners biasanya berlangsung selama 1,5 hingga 2 tahun.
  4. Magister Keperawatan (M.Kep): Program Magister Keperawatan (M.Kep) ditujukan untuk perawat yang ingin mengejar pendidikan tingkat lanjut dalam keperawatan. Program ini menghasilkan gelar Magister Keperawatan.
  5. Spesialis Keperawatan: Program ini lanjutan bagi perawat untuk lebih memperdalam ilmu keperawatan, yang dibagi menjadi: Spesialis Keperawatan Medikal Bedah (Sp.KMB), Spesialis Keperawatan Anak (Sp.Kep.An), Spesialis Keperawatan Jiwa (Sp.Kep.J), Spesialis Keperawatan Komunitas (Sp.Kep.Kom), Spesialis Keperawatan Onkologi (Sp.Kep.Onk), Spesialis Keperawatan Maternitas (Sp.Kep.Mat)
  6. Doktoral Keperawatan (Dr): Program Doktor Keperawatan adalah program doktoral dalam keperawatan yang memungkinkan perawat untuk melakukan penelitian dan kontribusi ilmiah ke dalam keperawatan.

Perlu di ingat, bahwa kurikulum pendidikan keperawatan di Indonesia dan di luar negeri berbeda. Diluar negeri profesi keperawatan diberi gelar RN (Registered Nursing). Maka dari itu bilamana perawat Indonesia mau berkarir di luar negeri harus mengikuti kembali pendidikan RN.


Sumber:

Patriyani, R. E. H., Ningsih, S. R., Sulistyowati, E. C., Sunaryanti, B., Suyanto, Setyawati, D., Aseta, P., Trisnowati, T., Yulianti, unjung S., Lestari, S., & Indriati, R. (2022). KONSEP DASAR KEPERAWATAN. Penerbit Tahta Media. Retrieved from https://tahtamedia.co.id/index.php/issj/article/view/224

Home » Sejarah Keperawatan Dunia

Tempat Diskusi

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *